Trik Menghadapi Emosi Remaja Bagi Orang Tua

Menghadapi Emosi Remaja
Trik Menghadapi Emosi Remaja Bagi Orang Tua


Menghadapi Emosi Remaja - Banyak dari kita yang sudah memiliki Anak remaja dan bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa anak remaja saya selalu marah pada saya? Jika Anda adalah salah satu orang tua yang meraasakan hal tersebut maka jangan pernah melihat rasa marah anak secara pribadi. Remaja umumnya tidak marah pada orang tuanya, mereka hanya marah. Masa-masa peralihan dari anak kecil menuju dewasa tentu saja menimbulkan kebingungan dalam diri anak Anda. Apa yang Anda lihat bukanlah kemarahan itu sendiri, tetapi perilaku pelampiasan emosi. 


Menghadapi Emosi Remaja, Masalah Pengendalian Emosi


Menghadapi Emosi Remaja, Masalah Pengendalian Emosi
Menghadapi Emosi Remaja, Masalah Pengendalian Emosi


Emosi adalah kemarahan, tetapi apa yang kita lihat dalam diri anak adalah reaksi perilaku terhadap kemarahan itu. Beberapa remaja dapat menarik diri dan menahan amarah mereka, sementara yang lain mungkin menjadi kasar dan menghancurkan properti atau agresif secara fisik terhadap orang lain. Anda sebagai orang dewasa, harus memahami bahwa kemarahan remaja adalah karena mereka belum bisa secara penuh mengendalikan emosi mereka, bukan karena perilaku mereka yang agresif.  Kemarahan sering kali dipicu oleh sesuatu yang terjadi dalam hidup anak Anda, dan ini bisa terjadi karena hal sesederhana tidak bisa menyelesaikan soal matematika. Mereka mungkin bangun dan berjalan menyusuri lorong dan membentur dinding atau menendang tong sampah, tetapi mereka tidak merasa marah pada orang tua.


Baca Juga: Tips Perencanaan Pensiun Yang Tepat Agar Tetap Tenang Di Hari Tua


Kemarahan ini biasanya dikarenakan oleh diri mereka sendiri yang sedang merasa tidak mampu. Mereka takut dan dalam hal ini adalah biasanya tentang ketakutan akan kegagalan. Anak remaja Anda berada di roller coaster emosional yang berurusan dengan masalah dengan identitas, hubungan percintaan remaja, masa depan, dan pada saat ketakutan itu muncul semua hormonnya menjadi gila pada saat yang bersamaan. Pahami hal ini dan Anda dapat menerima bahwa ketika anak remaja Anda marah, biasanya hal itu tidak ditujukan kepada Anda. 


Menghadapi Emosi Remaja, Sikap Orang Tua


Menghadapi Emosi Remaja, Sikap Orang Tua
Menghadapi Emosi Remaja, Sikap Orang Tua


Anak remaja Anda sering kali frustrasi dan marah pada dirinya sendiri. Sangat penting bahwa Anda, orang tua, tidak bereaksi berlebihan terhadap anak remaja Anda dengan kemarahan Anda sendiri, karena ini hanya akan membentuk pola perilaku reaktif dari orang tua ke remaja. jika Anda tidak mampu mengatasi emosi terhadap anak remaja Anda, maka Anda akan terus-terusan menanggapi kemarahan anak dengan kemarahan Anda dan pada akhirnya tidak mencapai sesuatu yang positif. Biasanya saat emosi terhadap anak Anda menjadi tidak terkendali, maka kemungkinan besar Anda akan mengatakan hal-hal yang tidak Anda maksudkan kepada amak remaja Anda dan situasinya menjadi tidak terkendali. Dalam situasi ini, penting untuk diingat bahwa Anda adalah orang dewasa, jadi berhentilah untuk bereaksi secara berlebihan. Anda perlu fokus pada perasaan anak remaja Anda, dan ini adalah salah satu cara untuk menenangkan amarahnya. Saat ini, anak remaja Anda membutuhkan Anda untuk mengakui perasaannya. Jadi yang harus Anda lakukan ketika ini terjadi adalah menanggapi dengan memulai dengan kata "kamu." Sangat mudah bagi kita untuk jatuh ke dalam pola reaksi "Ibu/Ayah tidak tahan saat kamu ...", atau seperti "Sudah dibilang ...". Keduanya adalah pernyataan tanggapan Anda dalam kemarahan. Anda harus fokus pada perasaan anak dan kebutuhan mereka dan mulai merespon dengan kata "kamu" atau dengan panggilan kesayangan Anda kepada anak. Misalnya, "Anak Ibu/Ayah kelihatannya lagi kesal", "Kamu lagi bingung ya?" atau "Kesayangan mama kayaknya sangat marah hari ini". Kita semua tahu betapa kita akan merasa lebih baik ketika orang lain mengakui perasaan kita.


Setelah Anda menyadari perasaan anak Anda, penting untuk mengesampingkan situasinya saat ini dan Anda dapat membahasnya di lain waktu ketika Anak tidak terlalu emosional, berikan mereka waktu untuk menenangkan diri. Tawarkan bantuan untuk atasi masalahnya saat Anda melihat emosi Anak sudah lebih stabil. Tanyakan juga pada Anak apakah mereka memiliki tanda peringatan bahwa mereka sedang marah dan bisa segera kehilangan kendali dirinya. Seringkali sebelum seorang remaja (atau orang dewasa dalam hal ini) kehilangan kendali dan amarah menjadi sangat tidak terkendali, mereka biasanya menemukan bahwa mereka mengepalkan tangan, menggoyangkan kaki, menepuk-nepuk kaki, atau mungkin mengembangkan telapak tangan yang berkeringat. Tentunya setiap orang memiliki tanda amarah yang berbeda-beda. Jika anak remaja Anda mengetahui, misalnya, bahwa telapak tangannya berkeringat tepat sebelum ledakan amarah, Anda dapat membantunya menemukan aktivitas yang dapat mengurangi emosinya yang tidak terkendali. Misalnya dengan berlari mengelilingi blok, mandi, memasak, atau kegiatan apapun yang dapat membantu anak.

LihatTutupKomentar