Dampak Negatif Kecanduan Mengeluh Yang Dapat Merusak Hubungan

Dampak Negatif Kecanduan Mengeluh
Dampak Negatif Kecanduan Mengeluh Yang Dapat Merusak Hubungan


Dampak Negatif Kecanduan Mengeluh - Mengeluh adalah gaya hidup bagi sebagian orang. Bagi sebagian orang, mengeluh merupakan hal biasa. Apapun yang dikerjakan, selalu ada kata-kata keluhan dalam kegiatannya. Tidak peduli seberapa bagusnya suatu barang atau seberapa membahagiakannya suatu keadaan, orang yang suka mengeluh akan berhasil menemukan sesuatu yang salah. Tidak peduli betapa sempurnanya suatu keadaan, mereka sepertinya tidak bisa menahan keluhannya.


Dampak Negatif Kecanduan Mengeluh, Mengapa Orang Mengeluh? 


Dampak Negatif Kecanduan Mengeluh, Mengapa Orang Mengeluh?
Dampak Negatif Kecanduan Mengeluh, Mengapa Orang Mengeluh? 


Orang-orang yang mengeluh umumnya adalah orang-orang yang belum melakukan pengembangan emosional dan spiritual untuk mengembangkan batin orang dewasa yang penuh kasih dan welas asih. Mereka bersikap seperti anak kecil yang terluka yang membutuhkan cinta, perhatian, dan kasih sayang dari orang lain karena mereka belum belajar untuk memberikan perhatian dan kasih sayang yang mereka butuhkan. Mereka harus mencari orang lain untuk memenuhi kebutuhan ini. Mengeluh adalah salah satu cara yang mereka pelajari untuk mencoba mendapatkannya. Mereka menggunakan keluhan sebagai bentuk kontrol, berharap menyalahkan orang lain atas perhatian, cinta, dan kasih sayang yang mereka cari.


Mengeluh adalah hal yang kurang menyenangkan bagi orang lain. Mereka yang mengeluh secara tidak sadar memaksa dan menekan orang lain untuk peduli dan memahami  mereka secara emosional namun mengabaikan diri mereka sendiri. Mereka seperti anak kecil yang banyak menuntut. Masalahnya adalah kebanyakan orang tidak suka dipaksa dan ditekan. Kebanyakan orang tidak menginginkan tanggung jawab emosional terhadap orang lain dan akan menahan diri dari keluhan orang lain.


Banyak suami-suami yang merasa istrinya terlalu banyak mengeluh, ataupun sebaliknya istri yang merasa suaminya terlalu banyak mengeluh. Hal ini kemudian berpegaruh terhadap hubungan suami dan istri di rumah. Kebanyakan pasangan dari tukang mengeluh akan menarik diri, tertutup, tidak bersedia memahami secara emosional untuk si pengeluh sebagai cara untuk melindungi dirinya agar tidak dikendalikan oleh keluhan pasangannya. 


Baca Juga: 4 Tips Menunjukkan Rasa Kepedulian Suami Kepada Istri


Ketertutupan pasangan pada akhirnya dapat memperburuk perilaku si pengeluh. Si pengeluh merasakan kurangnya perhatian dari pasangan, dan semakin sering keluhan itu keluar, semakin tertutup perilaku pasangannya untuk melindungi dirinya sendiri. Hal ini menjadi lingkaran setan yang tidak akan ada habisnya. Meskipun keduanya saling mencintai, kemampuan mereka untuk mengekspresikan cinta mereka terkubur di bawah sistem disfungsional yang mereka ciptakan. Sayangnya, ini sangat umum terjadi dalam hubungan. Jika tidak segera diselesaikan, akan membawa dampak yang besar bagi pernikahan bahkan bagi keadaan psikologis anak.


Dampak Negatif Kecanduan Mengeluh, Apa Yang Mereka Inginkan?


Dampak Negatif Kecanduan Mengeluh, Apa Yang Mereka Inginkan?
Dampak Negatif Kecanduan Mengeluh, Apa Yang Mereka Inginkan?


Seseorang yang kecanduan mengeluh tidak akan dapat berhenti mengeluh sampai mereka melakukan pengembangan diri sendiri dan bersikap lebih dewasa dengan yang mampu memberikan cinta, perhatian, pengertian, dan kasih sayang yang mereka butuhkan. Selama mereka percaya bahwa menjadi tanggung jawab orang lain untuk menjadi dewasa dan menganggap bahwa kebutuhan akan cinta, kasih sayang dan pengertian harus diberikan oleh orang lain, maka mereka tidak akan pernah mau memikul tanggung jawab ini untuk diri mereka sendiri. Sehingga sikap selalu mengeluh akan selalu melekat dalam diri.


Sisi sensitif kita, membutuhkan perhatian, cinta, dan kasih sayang. Jika kita tidak belajar memberikan ini kepada diri kita sendiri, maka bagian dari kita yang terluka ini akan berusaha memperolehnya dengan menuntut dari orang lain atau kita akan merasa mati rasa dan kemudian melarikan diri ke arah kecanduan lain seperti  makanan, alkohol, obat-obatan, televisi, pekerjaan, permainan, dan seterusnya. Sebagai seorang anak, ketika anak melihat seseorang dapat menarik perhatian melalui keluhan, seperti memiliki orang tua yang suka mengeluh, dan ternyata lewat keluhan orang tersebut berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya, maka itu bisa membentuk pribadi anak yang suka mengeluh. Seperti semua kecanduan, ini mungkin berhasil untuk masa sekarang, tetapi tidak akan pernah memenuhi kebutuhan terdalam akan cinta di masa nanti. Hanya kita yang dapat memenuhi kebutuhan ini dengan membuka hati kita pada sumber cinta. Hanya kita yang dapat melakukan pekerjaan batin untuk mengembangkan sifat dewasa yang penuh kasih yang mampu membuka diri terhadap cinta dan membawa cinta itu ke dalam batin. Orang berhenti mengeluh ketika mereka belajar untuk cinta pada dirinya sendiri sehingga mampu memandang kebaikan dalam hal apapun dan mampu bersyukur akan kebaikan itu.

LihatTutupKomentar