Silent Treatment Yang Merusak Hubungan Pernikahan

Silent Treatment Yang Merusak
Silent Treatment Yang Merusak Hubungan Pernikahan


Silent Treatment Yang Merusak - Sering kali banyak pasangan suami istri tidak mengerti tentang masalah apa yang membawa hubungan pernikahan mereka ke titik yang membutuhkan bantuan terapi profesional. Banyak pasangan mengakui bahwa mereka tidak pernah berdebat dengan pasangan mereka. Hal tersebut tentu saja mengirimkan alarm bendera merah besar berkibar dalam hubungan rumah tangga mereka. Setiap orang pasti PERNAH tidak sependapat dengan pasangan karena pada dasarnya setiap manusia pasti memiliki jalan pikirannya masing-masing. Jika Anda tidak pernah berdebat tentang perbedaan pendapat itu Anda mungkin tidak jujur ​​atau lebih buruk lagi, Anda tidak mengatakan apa-apa kepada pasangan Anda tentang apa yang Anda rasakan.


Silent Treatment adalah penolakan untuk berkomunikasi secara verbal dan elektronik dengan seseorang yang mau berkomunikasi. Ini mungkin disebabkan dari mulai hal yang ringan seperti sedang merajuk hingga hal yang sangat besar seperti perilaku pengendalian yang kasar dan kejam.


Silent Treatment merupakan racun bagi hubungan pernikahan Anda dan pasangan Anda. Karena biasanya ketika Anda telah mencapai titik diam, atau menutup diri, dan Anda hanya tidak ingin berurusan dengan pasangan Anda dengan cara komunikatif yang berarti Anda berada dalam masalah besar. Hal itu  dapat memicu masalah yang lebih besar lagi dan mungkin saja menuju ke arah perpisahan.


Silent Treatment Yang Merusak, Bagaimana Pasangan Tahu Jika Anda Diam?


Silent Treatment Yang Merusak, Bagaimana Pasangan Tahu Jika Anda Diam?
Silent Treatment Yang Merusak, Bagaimana Pasangan Tahu Jika Anda Diam?


Anda tahu bahwa hubungan pernikahan Andasedang bermasalah sejak Anda tidak membicarakan apapun dengan pasangan Anda. Faktanya yang sering terungkap adalah ternyata Anda belum pernah melakukan percakapan yang menarik tentang apa pun yang penting bagi Anda dan pasangan dalam jangka waktu yang panjang karena menurut Anda apapun yang dibicarakan awalnya akan berakhir dengan percakapan yang negatif yang melibatkan rasa marah. Sejak Anda kehilangan minat untuk saling berbicara dengan pasangan, Anda telah memutuskan hubungan komunikasi tersebut. Dan Anda atau dia memulai keheningan dalam upaya untuk berhenti berurusan dengan penilaian, kritik, dan percakapan negatif lainnya.


Silent Treatment Yang Merusak, Mengapa Silent Treatment Begitu Beracun?


Silent Treatment Yang Merusak, Mengapa Silent Treatment Begitu Beracun?
Silent Treatment Yang Merusak, Mengapa Silent Treatment Begitu Beracun?


Ketika ada debat yang sehat atau bahkan pertengkaran yang memanas dalam suatu hubungan, itu berarti kedua orang itu berusaha membuat suaranya didengar. Mereka mencoba menyampaikan maksud mereka. Mereka mencoba meyakinkan pasangannya tentang sesuatu atau meyakinkan diri sendiri. Apa pun cara Anda melihatnya, Anda tahu dan menyadari tentang pendapat masing-masing serta paham bagaimana caranya mempertahankan pendapat tersebut . Dengan Silent Treatment, tidak ada yang tahu tentang pendapat yang dimiliki oleh masing-masing pasangan. Semuanya hanya berupa dugaan dan asumsi, karena tidak ada yang berbicara maupun mendengarkan. Dan kita semua tahu ke mana arah tujuan akhirnya jika hal ini tidak diselesaikan.


Silent Treatment Yang Merusak, Apa Yang Dapat Saya Lakukan? 


Silent Treatment Yang Merusak, Apa Yang Dapat Saya Lakukan?
Silent Treatment Yang Merusak, Apa Yang Dapat Saya Lakukan? 


Silent Treatment dalam hubungan itu mudah disembuhkan jika Anda benar-benar memiliki niat yang besar untuk berubah. Mulailah untuk berbicara dengan pasangan. Hambatan terbesar adalah seseorang mengambil langkah pertama. Yang kedua adalah mulai memahami mengapa keduanya harus memulai berbicara bersama. Apa diskusi besar terakhir yang Anda lakukan? Dan apa yang dikatakan? Dan jika Silent Treatment telah melampaui titik tidak ada siapa pun yang mampu memulai langkah pertama itu, Anda mungkin membutuhkan orang yang tidak memihak, seperti mediator, pemimpin agama, atau terapis, untuk membantu Anda melewatinya.


Baca Juga: 3 Tips Cara Minta Maaf Dengan Tulus Kepada Seseorang


Jika Anda takut berbicara dengan pasangan karena reaksi Anda, tanyakan pada diri Anda "apa yang saya takutkan?" Apa skenario kasus terburuk jika Anda ingin didengar? Apakah saya percaya bahwa pasangan saya tidak akan menghakimi, memarahi saya, atau meninggalkan saya jika saya berbicara? Perbaikilah hubungan pernikahan Anda dan pasangan, agar tercipta keluarga yang harmonis, saling sayang dan juga komunikatif antar anggota keluarga.

LihatTutupKomentar