Rahasia Membangun Ikatan Perasaan Dalam Pernikahan Yang Kuat Dengan Pasangan

Membangun Ikatan Perasaan Dalam Pernikahan
Rahasia Membangun Ikatan Perasaan Dalam Pernikahan Yang Kuat Dengan Pasangan


Membangun Ikatan Perasaan Dalam Pernikahan - Banyak orang terutama pasangan suami istri bertanya-tanya tentang hubungan antar pasangan. Salah satu yang sering ditanyakan yaitu "Dengan cara apa suami dan istri dapat menjalin ikatan perasaan yang kuat tanpa bantuan makan malam romantis, ataupun hal-hal lain?". Memiliki ikatan perasaan yang kuat dalam pernikahan itu tidak ada hubungannya dengan makan malam romantis ataupun liburan yang mahal. Hal tersebut hubungannya dengan NIAT. Yaitu niat untuk mengontrol penerimaan cinta dan menghindari rasa sakit atau niat untuk belajar mencintai diri sendiri dan orang lain. Manakah yang Anda pilih?


Membangun Ikatan Perasaan Dalam Pernikahan Dengan Mengendalikan Penerimaan Cinta Dan Menghindari Rasa Sakit


Membangun Ikatan Perasaan Dalam Pernikahan Dengan Mengendalikan Penerimaan Cinta Dan Menghindari Rasa Sakit
Membangun Ikatan Perasaan Dalam Pernikahan Dengan Mengendalikan Penerimaan Cinta Dan Menghindari Rasa Sakit


Sebenarnya kita semua telah belajar banyak cara untuk mencoba mengendalikan penerimaan cinta dan menghindari rasa sakit. Kita mempelajari perilaku protektif ini mulai dari anak-anak, dan sebagai orang dewasa kita secara tidak sadar melanjutkan perilaku pengendalian yang dipelajari ini, seperti kemarahan, kritik, penarikan diri, penolakan, atau penyerahan. Bagi kebanyakan orang, perilaku melindungi dan mengontrol ini telah menjadi kebiasaan dan otomatis. Begitu rasa takut dipicu, kita secara otomatis melindungi diri dari rasa takut dengan berdebat, menyalahkan, menyerang, menilai, menutup, menolak, atau menyerah terhadap orang lain. Dalam hubungan pernikahan, ketakutan akan penolakan dan kehilangan baik kehilangan orang lain atau kehilangan jati diri sendiri umumnya mendasari perilaku protektif kita.


Dalam suatu hubungan pernikahan, jika salah satu atau kedua pasangan tertutup, melindungi diri sendiri, mengontrol, maka mereka tidak dapat terhubung satu sama lain secara emosional. Tidak peduli berapa banyak waktu yang Anda habiskan bersama dengan makan malam mewah ataupun liburan yang mahal. Ikatan perasaan yang kuat tidak akan ada ketika salah satu atau keduanya saling menutup dan melindungi diri sendiri. Melindungi diri sendiri di sini dimaksudkan bahwa Anda selalu memakai topeng saat berhadapan dengan pasangan, tidak mau berbicara terus terang dengan apa yang Anda rasakan. Ironisnya, ketika niat untuk mendapatkan cinta  dari pasanga atau menghindari rasa sakit terdahulu, malah akan menciptakan kembali kurangnya cinta dan lebih banyak rasa sakit. Padahal niat kita yang sesungguhnya adalah untuk mengendalikan hal-hal yang kita coba hindari dengan perilaku pengendalian kita.


Membangun Ikatan Perasaan Dalam Pernikahan Dengan Belajar Mencintai Diri Sendiri Dan Orang Lain


Membangun Ikatan Perasaan Dalam Pernikahan Dengan Belajar Mencintai Diri Sendiri Dan Orang Lain
Membangun Ikatan Perasaan Dalam Pernikahan Dengan Belajar Mencintai Diri Sendiri Dan Orang Lain


Niat kita sendiri adalah satu-satunya hal yang dapat kita kendalikan. Kita tidak memiliki kendali atas niat orang lain untuk terbuka dan mencintai, tetapi kita memiliki kendali atas niat kita sendiri untuk terbuka untuk mempelajari apa artinya mencintai diri sendiri dan orang lain. Namun, dalam hubungan pernikahan kedua orang itu perlu memiliki niat untuk belajar berhubungan secara emosional. Jika Anda berdua terbuka untuk belajar, Anda akan tersedia secara emosional untuk satu sama lain dan dapat terikat dengan sentuhan, senyuman, atau kata-kata yang baik. Ikatan tersebut berkaitan dengan energi di antara Anda berdua, bukan dengan sesuatu yang bersifat eksternal seperti lilin, dan energi tersebut berasal dari niat Anda. Niat yang mengendalikan menciptakan energi yang berat, gelap, keras, dan hati tertutup, sedangkan niat untuk terbuka terhadap pembelajaran menciptakan energi yang ringan, lembut, dan hati terbuka.


Baca Juga: Inilah Pengaruh Kepribadian Pasangan Terhadap Pernikahan Yang Bahagia


Tantangan terbesar dalam hubungan adalah tetap terbuka untuk belajar mencintai. Karena kita secara otomatis dan tidak sadar kembali ke perilaku melindungi dan mengendalikan kita dalam menghadapi rasa takut, terbuka untuk belajar harus menjadi pilihan yang Anda sadari. Mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan sadar tentang niat Anda adalah proses pembelajaran. Ciri khas kesadaran yang lebih tinggi adalah mampu memilih niat Anda setiap saat, bahkan saat menghadapi ketakutan. Ketika pasangan Anda dapat dengan andal memilih untuk terbuka untuk belajar mencintai diri sendiri dan orang lain, maka pasangan Anda menciptakan lingkungan yang manis dan aman agar cinta yang ada semakin berkembang. Kemudian makan malam romantis maupun liburan dapat meningkatkan pengalaman Anda satu sama lain, memberikan rasa manis dalah hhubungan suami istri Anda dan pasangan seperti lapisan gula pada kue.


Tetap sadar dan terbuka untuk belajar tidaklah mudah! Konsepnya sederhana, tetapi melakukannya tidaklah mudah. Namun, mendedikasikan diri Anda untuk belajar tetap terbuka untuk belajar dalam menghadapi ketakutan bisa menjadi pengalaman hidup Anda yang paling memuaskan dan bermanfaat.

LihatTutupKomentar