Rahasia Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita

Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita
Rahasia Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita - Anda pulang dari jalan-jalan dan berkata kepada si kecil, "Oke, ini waktunya untuk menyimpan sepatu." Tampaknya cukup mudah, bukan? Tidak jika Anda berusia dua tahun. Komunikasi anak-anak kecil adalah bahasa khusus mereka sendiri, yang tidak selalu intuitif bagi orang tua. Apa yang dapat dilakukan orang tua agar berbicara dengan anak kecil lebih efektif dan tidak terlalu tegang? Sebagai orang tua, tentu saja Anda sangat ingin mendengar apa yang mereka katakan.


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberikan Instruksi Yang Jelas


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberikan Instruksi Yang Jelas
Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberikan Instruksi Yang Jelas


Saat Anda berbicara dengan anak kecil, cara Anda berkomunikasi sama pentingnya dengan apa yang ingin Anda katakan. Semakin jelas instruksinya, semakin besar kemungkinan Anda mendapatkan hasil yang diinginkan. Bersikaplah spesifik saat memberikan arahan dan jangan berasumsi bahwa anak-anak tahu apa yang Anda bicarakan, bahkan jika itu tampak jelas. Mungkin tampak jelas bagi kita bahwa "simpan sepatunya" berarti: Lepaskan sepatu Anda dan taruh di lemari. Tetapi bagi seorang anak kecil yang kurang memiliki pengetahuan (atau rentang perhatian) untuk menyelesaikan langkah-langkah tersebut, arahannya dapat membingungkan. Anak-anak kecil juga mudah teralihkan dan kewalahan oleh serangkaian instruksi, membuat mereka cenderung tidak menyelesaikan tugas seperti yang diarahkan.


Jika Anda ingin anak Anda yang masih kecil membantu membersihkan mainan, Anda mungkin lebih sering mengatakan, "Waktunya rapikan mainan. Mama mau mainan di lantai diambil,terus disimpan di keranjang ya." Bagi balita, hal tersebut akan sulit untuk dipahami. Cobalah memecah arahan menjadi permintaan yang lebih kecil, pastikan untuk menawarkan penguatan positif di sepanjang jalan ketika anak-anak melakukan apa yang diminta dari mereka. Misalnya: "Oke! Sekarang ambil balok-baloknya itu terus masukkan ke dalam tas." Kemudian setelah selesai ucapkan " Hebat! Sekarang ambil buku hijau itu dan taruh kembali di rak." Berikan perintah secara bertahap, sehingga mudah untuk dipahami oleh anak balita Anda.


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberi Label Dan Validasi Perasaan Anda


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberi Label Dan Validasi Perasaan Anda
Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberi Label Dan Validasi Perasaan Anda


Sebagai aturan umum, anak kecil tidak memiliki banyak kendali atas hidup mereka, dan ini bagus. Jika ya, dunia akan terlihat seperti film Godzilla. Tapi, saat otak mereka berkembang dan menjadi lebih mandiri, kurangnya otonomi itu bisa menyebabkan gesekan. Keinginan dan perasaan anak-anak adalah nyata dan valid, meskipun (jelas) Anda tidak bisa selalu membiarkan mereka lolos begitu saja.


Ketika anak-anak marah, entah itu sesuatu yang bisa dimengerti, seperti lutut tergores atau kehilangan mainan favoritnya, atau sesuatu yang kelihatannya konyol, apakah anak menangis hanya karen karena gelas diberikan biru dan bukan merah ? Penting untuk diingat bahwa anak kecil adalah manusia. Orang yang mungil, menggemaskan, dan tidak rasional, tapi tetap saja anak adalah manusia seutuhnya. Bagi seorang anak yang baru belajar memahami dunia, pengalaman dan perasaan yang mereka bangkitkan itu sama kuatnya dengan orang dewasa mana pun.


Berikut beberapa ide untuk membantu balita Anda mengembangkan keterampilan komunikasi:


  • Tanggapi gerakan, penampilan, dan suara bayi Anda
  • Bicaralah dan dengarkan anak Anda
  • Bantu anak-anak mengembangkan keterampilan bahasa mereka
  • Ajari anak Anda tentang komunikasi non-verbal
  • Hormati dan kenali perasaan anak Anda


Anak-anak perlu tahu bahwa Anda menanggapi perasaan mereka dengan serius, jadi, sangat membantu untuk memberi label dan memvalidasi perasaan anak-anak. Ini bisa sesederhana mengatakan, "Mama tahu kamu ingin kue itu sekarang. Mama bisa melihat kamu marah”. Menunjukkan kepada anak Anda bahwa Anda menanggapi perasaannya dengan serius dan membantunya mengekspresikan emosinya dengan kata-kata dapat membantu meredakan potensi amukannya dan membuatnya lebih mudah untuk menjelaskan perasaannya dengan lebih efektif di lain waktu.


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberi Opsi Penawaran


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberi Opsi Penawaran
Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberi Opsi Penawaran


Cara lain untuk menghormati pertumbuhan kemandirian anak-anak adalah dengan menawarkan pilihan daripada mengeluarkan pernyataan. Jika memungkinkan, cobalah berikan pilihan terbatas kepada anak-anak. Misalnya, ketika tiba waktunya untuk berpakaian, Anda dapat berkata, 'Apakah Adek mau pakai kemeja harimau atau kemeja dinosaurus?' Jika seorang anak meminta hadiah, Anda bisa berkata, 'Wah, kita gak bisa makan kue sekarang. Tapi mama bisa ambilkan buah. Apa adek mau jeruk atau stroberi? "


Terkadang membiarkan keinginan anak Anda menang adalah cara yang tepat untuk menjaga perdamaian. Kadang-kadang, sebagai orang tua, kita ingin sesuatu terjadi, tetapi itu tidak harus terjadi. Memilih apa yang berharga dan tidak berharga juga akan membantu anak-anak memahami bahwa ketika Anda memutuskan untuk menarik garis batas, penting bagi anak untuk mendengarkan batasan tersebut.


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Menjaga Konsistensi


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Menjaga Konsistensi
Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Menjaga Konsistensi


Anak-anak kecil suka pengulangan, apakah mereka menonton film yang sama 500 kali, meminta Anda untuk membaca buku yang disukai berulang kali, atau menuntut untuk mendengarkan lagu "lagi!" Meskipun mungkin menjengkelkan bagi orang tua, pengulangan membantu anak-anak belajar, menyerap informasi, dan memahami dunia. Konsistensi dalam bahasa yang Anda gunakan itu penting. Menggunakan bahasa yang sama dan mendukungnya sambil menjaga konsistensi maknanya membuat lebih mudah bagi anak-anak untuk mengetahui apa yang diharapkan dan berarti bahwa mereka lebih mungkin untuk memahami dan mendengarkan apa yang Anda minta untuk mereka lakukan.


Ini berarti bahwa orang tua harus mengatakan apa yang kita maksud dan mengatakan apa yang kita katakan. Pastikan Anda bisa mengikuti petunjuk yang akan disampaikan sebelum memberi tahu anak petunjuk tersebut. Tetap konsisten dan dapat diprediksi membantu anak-anak kecil memahami bahwa, ketika kita mengatakan, Ini adalah buku terakhir' sebenarnya ini memang buku yang terakhir.


Bahasa yang konsisten bekerja paling baik saat semua orang mengikuti pedoman yang sama. Orang tua perlu memastikan bahwa mereka selaras dengan bahasa dan aturan, yang berarti "lima menit lagi" berarti lima menit tambahan, terlepas dari siapa yang mengatakannya. Sangat direkomendasikan untuk berbagi bahasa yang Anda gunakan di rumah bersama dengan pengasuh lain, seperti babysitter atau kakek nenek atau bahkan guru anak Anda, terutama jika ada perilaku tertentu (seperti tidak memukul, membersihkan, atau bergiliran) yang sedang Anda latih di rumah. 


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberikan Perhatian Positif


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberikan Perhatian Positif
Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Memberikan Perhatian Positif


Orang tua berwajah marah kemudian berteriak, "Hentikan sekarang juga!" Bagi orang dewasa terlihat jelas bahwa hai ini terlihat tidak sama dengan orang yang tersenyum menawarkan pelukan dan pujian. Tetapi untuk seorang anak kecil, perhatian adalah perhatian. Ketika anak-anak berperilaku tidak baik, akan sulit untuk tidak menunjukkan rasa frustrasi Anda. Tetapi ketika orang tua bereaksi berlebihan terhadap perilaku buruk anak, mereka mungkin secara tidak sadar mendorong anak-anak untuk terus berperilaku buruk karena hal tersebut terekam dalam ingatan anak.


Baca Juga: Inilah Cara Mengelola Perkembangan Emosi Anak Sejak Usia Dini


Sebagai orang tua, kita sering menaruh banyak perhatian pada perilaku yang tidak ingin kita lihat. Sebaliknya, orang tua harus fokus pada memuji perilaku yang kita inginkan dan mencoba mengarahkan anak ke tindakan yang lebih tepat. Misalnya, jika seorang anak sedang menggambar di dinding, alih-alih berteriak, 'Jangan mewarnai dinding!' Tetapi cobalah gunakan kata-kata yang lebih positif seperti 'Mewarnai gambarnya pakai buku mewarnai yang kemarin Ibu belikan ya', dan pujilah mereka ketika mereka melakukan apa yang Anda minta. Memfokuskan perhatian positif pada perilaku yang diinginkan (seperti mendengarkan) membantu memperkuatnya hal positif tersebut dalam ingatan anak dan membuat perilaku yang tidak diinginkan (seperti mengoleskan yogurt di atas karpet) menjadi kurang menarik.


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Bersikap Spesifik Tentang Keamanan


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Bersikap Spesifik Tentang Keamanan
Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Bersikap Spesifik Tentang Keamanan


Pengulangan, konsistensi, dan kejelasan instruksi sangat penting dalam situasi di mana tidak boleh ada ruang untuk kesalahpahaman. Membuat beberapa persiapan saat keadaan tenang dan anak-anak menerima perintah dengan jelas akan sangat membantu. Menanyakan kepada anak-anak yang secara verbal apakah mereka mampu mengulangi instruksi penting (dan memuji mereka ketika mereka melakukannya) juga dapat membantu memperkuat pesan tersebut. Misalnya, sebelum pergi ke taman, Anda bisa berkata, "Oke, Adek ingat kan apa yang mama ajarkan setiap kali kita menyeberang jalan?" dan minta anak Anda untuk menanggapi dengan "genggam tangan Anda".


Untuk saat ini, pastikan untuk menggunakan bahasa yang jelas dan spesifik untuk situasi tersebut. Misalnya, jika anak Anda berada di dekat jalan, katakan saja "Berhenti!" - sebuah kata yang didengar sebagian besar anak kecil beberapa ribu kali sehari - Anda tidak mungkin langsung mendapatkan jawaban yang Anda cari. Sebaliknya, Anda dapat mencoba "Tetap di trotoar!" Demikian pula, jika ada sesuatu yang panas atau tajam, alih-alih yang sering digunakan, "Jangan sentuh itu", coba "Berbahaya! Lepas tangannya!"


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Ambil Ruang Saat Anda Membutuhkannya


Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Ambil Ruang Saat Anda Membutuhkannya
Cara Berkomunikasi Dengan Anak Balita, Ambil Ruang Saat Anda Membutuhkannya


Sebagai orang tua, kita tahu bahwa strategi yang paling sempurna pun dengan cepat hilang ketika mengalami suasana hati yang buruk  saat sedang bermain. Apa yang berhasil dilakukan oleh anak-anak yang lebih besar (dan orang tua) yaitu berprilaku tenang dan responsif bisa jadi sulit untuk diikuti oleh balita Anda terutama saat anak dalam kondisi tantrum dan kesabaran Anda benar-benar diuji pada saat itu. Dalam situasi seperti itu, ada baiknya untuk mundur dan meminta bantuan dengan pasangan Anda atau hanya beristirahat sejenak dan menarik napas panjang sebelum kembali menghadapi balita Anda yang sedang rewel. Saat-saat ketika anak-anak, orang tua, atau keduanya marah bukanlah saat yang tepat untuk memaksakan keinginan Anda.


Meskipun demikian, akan ada saat-saat Anda akan kehilangan ketenangan dan kesal terhadap balita Anda. Itu adalah sesuatu yang kita semua lakukan dan tidak ada yang bisa dibanggakan. Tetapi alih-alih menghukum diri sendiri, anggaplah itu sebagai waktu untuk menguji keterampilan menjaga emosi Anda. Setiap Orang tua pasti pernah membuat kesalahan, tetapi momen mengasuh anak yang tidak terlalu membanggakan itu bisa menjadi kesempatan untuk mencontohkan keterampilan emosional yang penting. Mungkin Anda merasa frustrasi dan marah kepada balita Anda, setelah tenang Anda kemudian dapat mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada Anak. Mengakui kesalahan dan menebus kesalahan adalah cara yang bagus untuk menunjukkan kepada anak-anak bagaimana Anda ingin mereka berperilaku seperti itu juga saat mereka melakukan kesalahan.



Sumber : Childmind

LihatTutupKomentar